Keagamaan Tempat Ibadah
1. Gereja Santo louis De Montfort
Gereja Santo louis De Montfort adalah satu-satunya Gereja Katolik yang ada di desa jerora satu. Berawal dari kapel yang bernama Santo louis De Montfort, kini kapel ini telah menjadi Gereja Katolik Santo louis De Montfort. Gereja Katolik Santo louis De Montfort diresmikan oleh bapak Bupati Sintang Hj. Jarot Winarno serta Uskup Agung Sintang selaku Administrator Apostolik Keuskupan Sintang, Mgr. Agustinus Agus pada tanggal 19 Oktober 2016. Bangunan Gereja ini memadukan arsitektur Eropa dan motif Dayak yang menelan dana sebesar Rp. 600 juta. Adapun tokoh yang pernah menjadi pemimpin umat di statsi jerora satu yaitu Bapak Yohanes Cali (Alm), Bapak Henrikus Jabit, dan Bapak Elpidius Sayul. Sampai saat ini tokoh yang masih sering memimpin umat hanya Bapak Elpidius Sayul. Namun saat ini ada beberapa Pastor yang juga ikut melayani umat di stati jerora satu ini salah satunya adalah Pastor Yohanes Pranoto, Pastor Abong, dan Pastor Miaw.
Selain itu setiap hari jadinya Gereja Santo louis De Montfort sering mengadakan acara ulang tahun Gereja pada tanggal 19 Oktober 2016. Acara yang dilakukan yaitu seperti perlombaan bola dangdut, tarik tambang, dan makan kerupuk. Acara perlombaan ini dilaksanakan di bangsal sebeji yang terletak di Jl. Teluk Menyurai. Gereja ini dapat menampung sekitar 1.000 umat, maka Gereja Santo louis De Montfort dapat dikategorikan Gereja yang besar selain Gereja Katedral dan Maria Ratu Semesta Alam yang ada di Kabupaten Sintang.
Antusias masyarakat dalam pembanguan Gereja tersebut cukup besar, sehingga proses pembangunan Gereja tersebut tergolong lancar. Umat Katolik di desa jerora satu yang menggunakan Gereja ini untuk ibadah semakin bertambah. Dikarenakan banyak bangunan-bangunan baru seperti pembangunan BTN dan camp perkebunan kelapa sawit. Keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) di desa jerora satu banyak berpengaruh terhadap pembangunan Gereja. Selain itu setiap hari minggu setelah ibadah, Gereja mengadakan kegiatan sekolah minggu yang diikuti oleh anak-anak umat Katolik dan dipimpin langsung oleh suster-suster yang ada di desa jerora satu.
2. GKKB (Gereja Kristen Kalimantan Barat)
Gereja Kristen Kalimantan Barat (disingkat GKKB) adalah suatu organisasi Gereja Kristen Protestan di Indonesia yang berdomisili di Kalimantan Barat, Indonesia. GKKB mengaku percaya kepada Allah Tritunggal: Allah Bapa dan Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Ketiga pribadi Allah Tritunggal, sama esensinya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya. Dan percaya Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat manusia; Ia adalah Kepala Gereja dan sumber Kebenaran dan Hidup. GKKB menerima Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sebagai Firman Allah yang memiliki otoritas tertinggi Gereja dan pedoman hidup bagi setiap anggota gereja. Gereja Kristen Kalimantan Barat berdiri karena buah pekerjaan misi misionaris-misionaris dari berbagai negara. Sejarah gereja ini dimulai dari tiga gereja yang berdiri secara terpisah di tiga kota utama: Singkawang, Pontianak, dan Pemangkat.GKKB Jemaat Singkawang, memiliki sejarah paling panjang, berdiri pada awal abad ke-20, tepat pada tahun 1906, buah hasil pelayanan misionaris Amerika yang bernama Charles M. Worthington. Kemudian pada tahun 1928 Gereja ini mendapat bantuan pelayanan dari Basel Mission.GKKB Jemaat Pontianak, dimulai pada tahun 1935 oleh sekelompok orang Kristen asal Tiongkok. Gereja ini kemudian mendapatkan bantuan pelayanan dari hamba-hamba Tuhan Tiongkok.Selama pendudukan Jepang, orang-orang Tionghoa di Kalimantan Barat, khususnya orang-orang Kristen Tionghoa mengalami masa penderitaan. Namun mereka tetap bertahan, walaupun gereja ditutup dan salah satu pendetanya dibunuh. Gereja ini kembali setelah masa perang dan pada tahun 1950 mendapatkan bantuan pelayanan dari misionaris China Inland Mission (sekarang OMF International).GKKB Jemaat Pemangkat dirintis oleh beberapa orang Kristen yang pindah ke kota Pemangkat. Awalnya hanyalah berupa kebaktian rumah tangga. Tetapi atas bantuan para misionaris yang datang ke Pemangkat pada tahun 1950-an, maka Gereja Pemangkat resmi berdiri pada tahun 1963.Ketiga gereja ini kemudian meluaskan pelayanan ke daerah sekitarnya, maka berdirilah gereja-gereja di berbagai kota di Kalimantan Barat.Pada awalnya ketiga gereja ini berdiri sendiri. Baru pada tahun 1966 ketiga gereja utama berserta gereja-gereja yang didirikan masing-masing sepakat bergabung dan mendirikan satu organisasi dengan nama Tiong Hua Kie Tok Kauw Hwee, dengan Gereja Pontianak sebagai pusat.Menghadapi pergolakan politik dan sosial di Indonesia, maka melalui Sidang Raya pada 1967, gereja Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe (中華基督教會), diubah namanya menjadi Gereja Kristen Kalimantan Barat.Pada tanggal 2 Juli 1988, GKKB bergabung dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). GKKB juga menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja Tionghoa di Indonesia (PGTI).
3. GPSK (Gereja Persekutuan Sidang Kristus)
4. Masjid
Masjid ini berdiri pada tahun 1998 yang bernama Masjid Al-Istiqomah.
5. Mushola At-Taqwa
Fasilitas dan Kegiatan