PILKADES LEBIH MENYERAMKAN DARIPADA PILPRES

Jerora - Tahun 2021 ini di beberapa Desa akan mengadakan pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa. Salah satu Desa yang juga mengikuti kegiatan Pilkades ini adalah Desa Jerora Satu. Tidak seperti pemilihan Legislatif maupun pemilihan Presiden, kali ini nampaknya lebih ramai menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, calon-calon Kepala Desa tentu berasal dari lingkungan yang sama dengan masyarakat. Mereka terjalin hubungan secara langsung dengan masyarakat. Keseharian, tingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan para calon dilihat langsung oleh para pemilih. Malam hari tak seperti malam-malam sebelum masa pemilihan. Yang biasanya sepi, kini menjadi ramai. Banyak kelompok-kelompok yang duduk-duduk sambil ngobrol di pos-pos ronda atau di depan rumah-rumah. Mereka saling mengawasi satu sama lain. Mencegah para rekrutan pendukung dikunjungi rumahnya oleh tim dari calon lain. Para Calon Kepala Desa merupakan penduduk setempat yang kesehariannya dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat. Jiwa sosial, sopan santun, kepedulian, bahkan keagamaannya dapat menjadi gambaran bagi masyarakat untuk menentukan pilihan. Namun para calon tidak serta merta hanya mengandalkan kesehariannya sebagai bekal maju dalam Pilkades. Para calon juga membentuk tim yang bertugas mencari masa pendukung, tak ubahnya seperti Pemilihan Legislatif maupun Presiden. Seolah-olah ada partai-partai yang terbentuk di dalam desa. Menarik memang ketika menyaksikan fenomena yang sedang berlangsung ini. Di masa-masa pilkades seperti ini, kekompakan masyarakat memang sedang terbagi. Sebagian besar pikiran masyarakat terkuras ke dalam pilkades, setiap hari pembicaraan tidak luput dari tema Pilkades. Ada yang menceritakan kebaikan-kebaikan calon yang didukungnya, ada pula yang menceritakan keburukan-keburukan calon lain. Entah dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi. Fenomena lain adalah pendukung yang sebelumya mendukung salah satu calon, kini berpindah dukungan kepada calon yang lain. Pada pemilihan periode sebelumnya menjadi pendukung fanatik, sekarang menjadi lawan. Ini sebenarnya merupakan pelajaran untuk kita bahwa tidak selamanya pendirian seseorang abadi. Ada saatnya yang semula kawan menjadi lawan begitupun sebaliknya, yang semula lawan kini menjadi kawan. Pada tanggal 7 juli 2021 di Desa Jerora Satu diadakan pemilihan kepala desa yang dilaksanakan serentak 292 desa Sekabupaten Sintang, yang mana khusus di Desa Jerora Satu di ikuti oleh 5 kontestan yang mengikuti ajang tersebut. Alur demi alur telah dilaksanakan atas kerja sama antara Panitia yang bekerja tanpa mengenal lelah Perangkat Desa dan juga Pengawas dari unsur BPD desa, akhir nya tahap demi tahap terselesaikan dengan kondusif dan pemilihan dimenangkan oleh salah satu kandidat dengan suara terbanyak. Pesta demokrasi sudah hampir usai, tepat 1 minggu sehabis pelaksanaan pemilihan tepat nya 14 juli 2021 panitia pemilihan kepala desa jerora satu menetapkan, berdasarkan surat keputusan panitia pemilihan kepala desa, maka di tetapkan bahwa salah satu kandidat yang memperoleh suara terbanyak menjadi kepala desa jerora satu periode 2021 sampai 2027 mendatang "Kami merasa senang dan merasa lega karna tahapan dalam pemilihan kepala desa ini telah hampir selesai, tinggal menunggu pelantikan yang akan dilaksanakan oktober mendatang" ucap ketua panitia Pilkades Jerora Satu Bapak L.A.Linang. Selanjutnya Kepala Desa terpilih Paskalis Niko mengatakan, dimasa kepemimpinannya mendatang akan meningkatkan apa yang telah di programkan sebelum nya, mengelola semua dengan mengedapan kan transfransi dan tata kelola yg lebih baik dan akan tetap bersinergi dengan Perangkat Desa dan BPD setelah selesai pemilihan Kepala Desa, siapapun yang terpilih itulah Kepala Desa kita. Kehidupan bertetangga kembali seperti semula, jangan sampai menumbuhkan benih-benih permusuhan.